Tuesday, September 16, 2008

berani

siapakah orang berani itu? apakah orang yang berani mengetahui bahwa dia takut juga termasuk orang yang berani?
Posted by TaZ in 11:54:10 | Permalink | Comments (2)

Monday, September 15, 2008

Memories….

Berapa lama waktu yang dibutuhkan seoprang pria untuk melupakan kenangannya? Jika anda bertanya itu pada saya, tentu saja saya akan menjawab,” seumur hidup.”  Mengapa? Bukankah hidup dalam kenangan adalah wasting time? Mungkin tapi bagi saya ada beberapa alasan untuk tidak bisa lepas dari kenangan tersebut.
     Pahit atau manis kenangan tersebut adalah kepingan puzzle yang membentuk hidup kita. Tidak bakal lengkap hidup kita apabila salah satu kepingan penyusunnya hilang. Bagai puzzle yang tidak akan utuh tanpa satu bagiannya, begitu juga hidup saya. Tidak bakal utuhlah saya tanpa kenangan dan masa lalu.
     Masalah kenangan, kembali menghantui saya beberapa waktu lalu.  Sekitar 3 minggu yang lalu, saya mulai berkenalan dengan Youtube. Banyak hal yang bisa kita dapat disini. Cantona, Schmeichel, Rustu….. Video pertunjukan aksi mereka membawa saya ke beberapa tahun lalu, saat saya hujan-hujanan bermain bola, bolos les tambahan tentunya. Sebuah kenangan yang apabila bisa saya ulangi saat ini tentunya dengan harga yang mahal….
     Iseng, saya masukkan kata kunci, “Daniel Bedingfield”. Damned!!…if you’re not the one…..sebuah lagu yang mengingatkan waktu2 indah itu. Sebuah saat dimana semua menjadi sangat mudah. Sebuah saat dimana waktu berjalan sangat cepat. Sedemikian cepat. Bahkan terlalu cepat sehingga saya belum sempat mensyukurinya.
     Saat itu ada sebuah nama yang sampai saat ini tidak bisa saya hilangkan. “A’amrizka Dyan Rahmasari.” Sebuah nama milik seorang wanita biasa yang entah bagaimana sangat luar biasa di mata saya. Seorang wanita yang hadir di mimpi indah saya sejak 1995. Seorang wanita yang smsnya bisa membuat saya tersenyum sendiri. Seorang wanita yang pernah membuat saya berjanji tidak akan pernah melupakan dia. Seorang wanita yang menjadi bagian hidup saya membuat saya mengingat kenangan bersamanya. Seorang wanita yang membuat saya tetap utuh.
     Seorang wanita yang walau telah 4 tahun saya kehilangannya masih bisa membuat nafas saya sesak saat mengetik blog ini sembari mendengar lagu flanella, “Bila engkau.”
Posted by TaZ in 13:45:31 | Permalink | Comments (7)

Tuesday, June 3, 2008

Wayangan Terus

Weh, udah hampir 3 minggu ini, warnet jadi bagian hidup yang sulit terpisahkan.  Hampir tiap hari ke warnet.  Emang warnet sudah jadi trendsetter saat ini.  WC umum dengan fasilitasd AC dan koneksi internet
Posted by TaZ in 22:33:45 | Permalink | No Comments »

Setan Tasmania (Tasmanian Devil a.ka TAZ)


Setan Tasmania
(Sarcophilus harrisii), juga disebut dalam bahasa Inggris “Tasmanian Devil” adalah seekor binatang marsupialia karnivora yang kini hanya terdapat di negara bagian pulau Tasmania di Australia. Setan Tasmania adalah satu-satunya anggota genus Sarcophilus yang masih hidup. Ukuran binatang ini sama dengan seekor anjing kecil, tetapi badannya kekar dan berotot. Setan Tasmania adalah marsupialia karnivora terbesar di dunia. Binatang ini dicirikan oleh warna bulunya yang hitam, baunya yang kuat bila sedang ketakutan, suaranya yang sangat keras dan mengganggu, dan sifatnya yang berbahaya bila sedang mengasuh anak-anaknya. Setan Tasmania dikenal sebagai binatang pemburu dan memakan sisa-sisa binatang lain. Meskipun biasanya hidup soliter, kadang-kadang ia makan bersama dengan Setan Tasmania lainnya.

Setan Tasmania menjadi musnah di daratan benua Australia sekitar 400 tahun sebelum Pemukiman bangsa Eropa pada 1788. Karena dianggap sebagai ancaman terhadap ternak sapi di Tasmania, Setan Tasmania diburu hingga 1941, ketika mereka secara resmi dilindungi. Sejak akhir 1990-an penyakit tumor muka Setan Tasmania telah mengurangi populasinya secara drastis dan kini mengancam kebertahanan spesies ini yang kemungkinan segera akan dimasukkan dalam daftar binatang yang terancam punah. Saat ini berbagai program dilakukan oleh pemerintah Tasmania untuk mengurangi dampak penyakit ini.

Setan Tasmania mungkin paling dikenal di dunia internasional sebagai ilham untuk tokoh kartun Looney Tunes The Tasmanian Devil, atau “Taz”. Sementara penjelmaannya dalam kartun memang mengandung kemiripkan dengan Setan Tasmania yang sedikit diubah (gigi taring yang menonjol, kepala yang besar, dan kaki yang pendek), kesamaan perilaku di antara keduanya tampaknya sangat terbatas, terutama pada kelakuannya yang bising, nafsu makannya yang kuat, dan penampilannya yang pemalu.

Posted by TaZ in 21:02:02 | Permalink | No Comments »

Monday, June 2, 2008

Doa Bobo ala Taz

Posted by TaZ in 22:56:46 | Permalink | No Comments »

E-Mail

Monday, November 5, 2007 4:23 AM

From:


To:
“‘gandakusuma dendy’”(gandakusuma_dendy@yahoo.com)


U know what ?? U`re so special ..

That makes u different..


 

Posted by TaZ in 22:46:39 | Permalink | No Comments »

Memory

Hmmph…..memori itu dateng lagi. Td iseng buka2 imel…eh ternyata ada folder tentang dia. Kebetulan? ndak tau deh, yang jelas tadi pas perjalanan ke warnet lewat bekas kos-kosan dia. Berat….. Jadi inget, pas jalan bareng2 setelah liat kelulusanku masuk S-1 dulu. Inget juga pas masih satu organisasi. Jaim dan kaku juga canggung karena terlalu takut untuk ungkapin rasa kita. Hmmph…every seconds count in my mind…….
G tau harus ngapain. Ternyata dia udah milik orang. Kenapa? Karena he dare to says that he loves her and i don’t. Cuma nafas berat dan dalam aja yang bisa aku hela sekarang. …….
Ya mau gimana lagi? Aku tahu, hidup harus berjalan. Tapi nonsens kalo ada yang bilang dia ndak pernah dihantui ma memori.  Nonsens juga kalo ada yang bilang bahwa hidup melulu urusan nalar dan logika.  Justru aku berani bilang kemanusiaan mereka ndak lengkap.  Mereka hanya, dalam istilah Herbert Marcuse, Manusia satu dimensi. Ingat aja, hidup urusan afektif ma kognitif.  Bukan semata kognitif.  Sayangnya seorang dari mereka adalah orang yang selalu menghantui aku dengan kenangan-kenangan tentang dia.  Hmpppph…….

Posted by TaZ in 20:31:50 | Permalink | Comments (1) »

Taz….

Ndak tau, kapan awalnya suka sama kartun ini.  Sekilas juga liat, bingung apanya yang mau disukain.  Liar, nakal, lari2, rakus…… Eh kelamaan kok suka sama taz.  Bahkah sekarang jadi Taz Mania.  Kalo diperhatiin lebih jelas, taz tu kasian banget.  Dia sering pengen berbuat baek.  Tapi, sayangnya,malah jadi kacau semua.  

 
Gimanapun juga, biar nakal n suka ngerusak barang-barang, Taz tetep aja “manusia” (Tasmanian Devil) biasa.  Dia butuh temen.  Masalahnya, temen-temennya sering ngejauhin dia.  Pernah nonton, waktu si taz masih diputer di SCTV (kalo gak salah), di salah satu episode diceritakan pasa Taz maen basket ma bayangannya sendiri. Pas lampu udah malem n ndak ada cahaya (bayangan juga), Taz kembali kesepian. Dia nangis! Taz yang katanya galak n liar nangis! Dia kesepian. Emang sih nobody like to being alone.  Being alone is suck.  

     Tapi cerita berakhir happy ending (or sad?).  Ibunya Taz dateng n nyalakan lampu.  Karena ada cahaya, si bayangan dateng lagi. N Taz gak kesepian lagi.
     Di episode yang lain juga ditunjukin bahwa Taz benere ndak jahat2 amat.  Dia laper.  Berburu eh, ketemu sama anak rusa.  Mau dimakan, eh anak rusanya nangis.  Taz ndak tega.  Akhirnya dilepasin.  Si anak rusa suka sama Taz. Dia pengen bertemen sama Taz.  Tapi Taz cuek (mungkin laper).  Taz jalan ngejauhin si anak rusa.  Eh tiba2 si Rusa dimakan sama Ular. 
     Taz marah, ular tadi diurut sampe si rusa keluar lagi. Eh dasar apes, Rusa disamber sama elang.  Si Ular yang masih lemes, karena diurut, dijadikan tali laso sama Taz.  Si burung elang berhasil di jerat ma tali lasso ular.  Rusa jatuh pas di  sarang macan.  Untung Taz sigap. Si macan diputer pake jurus tornadonya.  Sampe lorengnya lepas.   (Lagi-lagi) Naas, si Rusa gantian diancam ma beruang.  Taz yang udah sumpek berubah jadi wolverine.  Kukunya keluar semua.  Beruang yang ukurannya dua kali lipat tetep dilawan.  Menang pula. 
     Setelah semua pada kalah n teler, Anak Rusa negedeketin Taz n ngajak main. Pas asyik main tiba2 si induk Rusa datang.  Dia manggil anak rusa. Tapi si anak ndak mau.  Dia pengen maen ma Taz. Taz tau induk rusa kangen ma anaknya, balik marahin si anak rusa sampe dia lari ke induknya.  Taz akhirnya pergi sambil nangis karena kembali ga punya temen.  Tapi induk Rusa tahu Taz udah nyelametin anaknya.  Dia akhirnya nyuruh si rusa kecil buat maen ma Taz.  Akhirnya Taz ndak kesepian lagi.
     Tapi yang paling penting bukan ceritanya aja yang bikin aku suka ma Taz. Yang jelas, Taz dan aku sama-sama menjalani hidup yang sama. Sepi. Just a weirdo in this world……. Damn…. I hate to being alone.  Being alone is suck

Posted by TaZ in 20:11:04 | Permalink | No Comments »